Tuesday, May 12, 2015

4 Minggu Pasca Laser CO2 di Erha Clinic

Makin bertambah usia, makin jarang berfoto selfie. Toh, mukanya gitu-gitu aja, hahaha. Tapi berhubung ingin tahu perkembangan kondisi kulit, akhirnya beberapa kali berfoto selfie. Walaupun tebakan umurnya ngaco semua, nggak lupa pakai aplikasi kekinian, biar hits seperti orang-orang :)


Nah, saya yang katanya berusia 27 tahun dan berpayung merah ini adalah foto sebelum saya melakukan laser CO2 di erha clinic Pondok Indah. Abaikan wajah ngangenin suku pipi tembem ini ya. Terlihat kan, bintik hitam di bawah mata sebelah kanan, dan beberapa bintik hitam di bawah mata sebelah kiri. Kegiatan saya memang lebih sering berada di luar ruangan, menemani anak-anak yang super aktif dan suka sekali bermain di luar. Jadinya lumayan repot, kemana-mana membawa payung dan kaca mata hitam. Tapi, kadang risi juga ya, kalau cuma kita sendiri yang payungan dan berkaca mata hitam. Sun block pakai sih, tapi kadang kulit wajah jadi super mengkilat, jadi memang agak malas pakainya. Ingin juga, pakai satu jenis cream ajaib, yang sekali oles langsung bikin kulit cling bling bling segar cantik memesona. 


Pasca Laser CO2 di erha clinic ini, dr. Shinta nggak menganjurkan untuk berpanas-panasan dulu. Artinya, saya harus berhenti lari pagi selama program perawatan ini. Yaaa... mana bisa? Salut deh, sama orang-orang yang berkomitmen tinggi untuk perawatan kulit ini. Ada yang rela bermasker kemana-mana selama satu bulan penuh, ada juga yang rela berkulit seperti kepiting rebus selama berminggu-minggu demi kulit cantik bebas jerawat dan bintik-bintik hitam. 


9 foto lain ini dari kiri ke kanan, saya ambil saat sebelum, dan 1-4 minggu pasca laser CO2. Saya memang hanya fokus pada bintik hitam pada wajah, sedangkan untuk masalah jerawat, itu nanti sajalah setelah masalah dengan bintik hitam ini selesai. 



Minggu pertama:
Kulit bekas laser CO2 terasa perih dan gatal, dan rasanya kaku seperti tertarik-tarik, terutama setelah mencuci wajah dengan sabun erha2. Tapi begitu dioles dengan Mupicor Cream, gatal dan perihnya berangsur-angsur hilang. Kondisi wajah masih terlihat kusam dan bekas luka berwarna merah kehitaman.

Minggu Kedua:
Bekas luka hilang sendiri, berwarna lebih putih dari warna kulit wajahnya sendiri. Tahi lalat yang berada di daerah bawah alis dan 2 tahi lalat di bawah mata juga ikut hilang. Nah loh, kok hilang? 
Kehilangan tahi lalat itu kok rasanya hampa ya. Seperti bukan diriku yang sebenarnya :) Tapi nggak apa-apa deh, mungkin memang harus menjalani hidup dengan kulit mulus bebas bintik hitam dan bebas tahi lalat :D Tapi sangat berharap bahwa tahi lalat yang memang dari dulu sudah ada itu akan muncul kembali. Penasaran, saya pun mengirim email ke team dokter di erha clinic. Email dibalas dalam waktu sekitar 2 minggu, yang menyatakan bahwa tahi lalat yang hilang terkena laser CO2 itu tidak akan berpengaruh terhadap kesehatan kulit wajah. Tahi lalat akan benar-benar hilang, dan bisa saja tumbuh kembali tergantung kondisi tahi lalat dan kondisi kesehatan kulit masing-masing. 

Minggu Ketiga:
Bekas luka hilang, tahi lalat juga hilang. Ini minggu paling membahagiakan, senang setiap becermin. Kulit wajah jadi lebih halus seperti pakai aplikasi camera 360. Hanya saja ada jerawat-jerawat pinky kecil yang menghiasi, maklum, saya kan ABG. Abaikan keringat-keringat lari pagi itu ya.



Minggu Keempat:
Kulit wajah kembali normal. Bintik-bintik hitam mulai hilang, tapi ada bekas luka berupa bopeng kecil-kecil. Nggak begitu jelas sih, kalau dari jauh. Kalau dari dekat, ya, terlihat lah. Tahi lalat di bawah alis dan di atas pipi sudah mulai terlihat. Alhamdulillah, senang juga melihat si tahi lalat cantik hadir kembali, seperti menemukan diriku yang sebenarnya, hahaha. 

Minggu Kelima:
Kondisi kulit wajah mulai kembali seperti yang dulu, dengan tahi lalat dan tanpa bintik hitam. 
Yay! Akhirnya sproetenku hilang. Tapi, tetap harus dirawat, dengan rajin cuci muka, pakai sun block dan mengoleskan cream atau serum di pagi dan malam hari.Saya rasa saya harus mengunjungi erha Apothecary,  untuk berbelanja produk perawatan wajah. Semoga akhir bulan ini ada rejeki dan waktunya untuk belanja, biar bisa cerita-cerita lagi di sini tentang produk erha yang saya pakai :)


Saturday, May 09, 2015

Lari Pagi Lagi


Rasanya sudah lamaaaa banget gak lari pagi sama Enzo & Dante. Kangen. Kali ini kita lari pagi di Danau Rawa Indah Bukit Permai. Jalur lari yang dulu sering kita lewati. Senang deh, sekarang mereka sudah jauh lebih kuat dibawa lari agak jauh. 


Kalau difoto mereka pasti bergaya, gaya robot katanya. Jadi mukanya serius. Itu Dante celananya robek bagian bawahnya, digunting sama Enzo. *Cubit hidung Enzo*

Wednesday, May 06, 2015

Pasar Malam

 
Malam ini Pop pulang dari kantor dan dengan semangat memberi tahu bahwa di lapangan samping Balai RW ada Dufan; Dunia Fana. Enzo dan Dante diperbolehkan datang ke sana asal tetap memegang tangan Mama. 

"Pokoknya Ma, kalau Enzo Dante berani lepasin tangan Mama, langsung tinggalin aja."

Hahaha... ancamannya lumayan ngefek nih. Sepanjang jalan pergi sampai pulang, mereka pegang tangan saya, takut ditinggal.


Karena baru hari pertama, suasananya ramai sekali. Menurut salah satu pedagang di situ, Pasar Malam ini akan berlangsung selama satu bulan. Jadi, besok-besok masih bisa main-main ke sini.
Saat kami datang, sedang ada shooting sinetron, jadi kurang oke untuk berjalan-jalan, apalagi dengan membawa anak kecil. Banyak kabel dan lampu di sana-sini, dan terlalu banyak orang. Jadi kami hanya melihat-lihat sebentar lalu mengantre membeli permen kapas.


Enzo dan Dante senang sekali dibelikan permen kapas. Kami pulang dengan senang dan sedikit meloncat-loncat sepanjang jalan; tak sabar untuk segera menghabiskannya di rumah. Sampai di rumah, ternyata sensasinya beda ya, rasanya biasa aja dan hanya kami habiskan setengah saja lalu sisanya dibuang, karena Pop memarahi kami.

"Sudah cukup, cukup. Gak makan permen terus ah, gimana sih? Batuk ah, batuk."

Yaudah sih gitu aja. 
Ceritanya akan bersambung kalau besok-besok kita main ke sini lagi.

Saturday, April 25, 2015

Laser CO2 di erhaclinic




Sejak rutin lari pagi, makin lama di wajah saya terutama di seputar mata dan pipi tumbuh bintik-bintik hitam kecil seperti tahi lalat. Hal ini makin jelas terlihat setelah saya mengikuti Jakarta Marathon tahun lalu. Saya sudah melakukan perawatan dengan mengoleskan krim wajah, tapi memang tidak bisa langsung hilang begitu saja taburan meses-meses coklat di wajah ini. Skin aging (aging spot, freckles, ,melasma, skin tag, keratosis seboroik, dll) biasanya terjadi karena paparan sinar matahari, dan cara menghilangkannya yaitu dengan laser CO2. Saya ingin tindakan penyinaran ini dilakukan oleh dokter dan klinik/ Rumah Sakit terpercaya. Rumah Sakit bukan pilihan saya saat ini, karena agak sulit bagi saya untuk mencocokkan jadwal dokter dengan rutinitas saya sebagai homemaker; ditambah dengan waktu mengantre di Rumah Sakit yang cukup lama. Setelah browsing dan berkonsultasi dengan beberapa teman, saya memilih erhaclinic Pondok Indah untuk mengatasi masalah bintik-bintik hitam ini. Saya mengambil paket layanan Erha Priority, jadi saya hanya perlu membuat janji dengan dokter pilihan dan tidak perlu mengantre. Yay!

 photo erhaclinic Pondok Indah by Fernando Gomulya


erhaclinic Cabang Utama Pondok Indah ini terletak di Jl. Sultan Iskandar Muda No. 31 Jakarta Selatan. Untuk layanan Erha Priority hanya tersedia di Erha Clinic Pusat dan Cabang Utama. Saya membuat janji dengan dr. Shinta Damayanti, SpKK. Begitu datang saya langsung ditemani Mbak Resna, Supervisor on Duty saat itu, diantar ke ruangan VIP yang nyaman sekali, bisa sambil nonton TV dan disuguhi banyak camilan pula :) Setelah berkonsultasi dengan dr. Shinta, kami sepakat untuk mengatasi masalah skin aging ini terlebih dahulu, yaitu keratosis seboroik di sekitar mata dan pipi. Karena kalau untuk masalah jerawat, menurut dr. Shinta jerawat saya masih tergolong wajar, jadi bisa diatasi nanti setelah masalah dengan bercak-bercak hitam ini selesai.

Pertama kulit dibersihkan, lalu diolesi krim anestesi, dan dibiarkan sekitar 30-45 menit sampai kulit wajah terasa kebal. Setelah itu, saya diantar ke ruangan tindakan untuk penyinaran. Proses penyinarannya berlangsung sekitar 15-30 menit saja. Karena tidak semua bintik hitam saya minta untuk dihilangkan, hanya beberapa sekitar 7-10 bintik hitam yang agak besar dan jelas. Untuk bintik-bintik yang ada di sekitar kelopak mata, karena kelopak mata tidak ikut diberi krim anestesi, tidak saya minta untuk disinar. Saya takut sakit soalnya hehehe... Rasanya seperti terkena percikan minyak panas saat menggoreng ikan. Ih, ibu-ibu banget sih ya, analoginya. Oke deh, saya ralat. Rasanya seperti terkena percikan kembang api. Panas dan perih sedikit. Selama disinar, mata saya ditutup perban. Setelah selesai, wajah saya dikompres kapas basah lalu dibersihkan dan diolesi krim antibiotik. Selama proses penyinaran, dr. Shinta sangat komunikatif dan menenangkan, begitu juga dengan para perawat yang mendampingi, semuanya ramah dan komunikatif.

 
 
Saya lalu diantar kembali ke ruangan, dan menerima obat berupa Mupicor Cream dan Erha2 Facial Wash. Total biaya yang dikeluarkan untuk satu kunjungan ini Rp2.822.300 (sudah termasuk biaya administrasi Rp15.000 dan biaya konsultasi VIP Rp450.000). Mungkin untuk biaya laser CO2 nya sendiri, biayanya bervariasi tergantung kondisi wajah.


Di erhaclinic Pondok Indah ini terdapat Children's Room, jadi untuk seorang mama seperti saya tidak perlu kuatir kalau membawa anak. Kalau anak bosan menunggu dan menonton TV di kamar, anak-anak dapat bermain di Children's Room ini. Ruang tunggunya nyaman dan selain itu juga ada Food Corner yang menyediakan makanan dan minuman yang enak. Saya sempat mencicipi Macaroni Schotelnya, porsinya cukup banyak dan rasanya OK. 

Menurut dr. Shinta, bekas laser ini akan berbentuk bopeng (seukuran bintik hitam yang dilaser) dan akan menjadi luka yang terasa agak perih selama sekitar 1-2 minggu. Luka akan mengering dan berwarna hitam dan akan terasa gatal tapi tidak boleh digaruk karena luka akan mengelupas dengan sendirinya. Dalam waktu 3-4 minggu pasca laser CO2, biasanya kulit sudah pulih dan kembali normal; tapi bila dalam 4 minggu itu ada keluhan, saya diminta kembali lagi untuk kontrol. Bintik hitamnya sendiri akan memudar, dan bisa saja kembali menghitam. Jadi memang diperlukan perawatan yang rutin dan menghindari paparan sinar matahari langsung. Kita harus menjaganya dengan rajin minum air putih, makan buah dan sayur, membersihkan wajah, memakai sunblock, topi, sunglasses dan memakai pakaian yang tertutup dan nyaman bila harus keluar dan berurusan dengan sinar matahari, misalnya berolahraga outdoor.
OK deh, semoga luka bekas laser ini cepat pulih dan nggak ada keluhan yang serius. 
Kita lihat 2 minggu lagi, bagaimana perkembangannya. 
Semoga kulit wajah ini makin sehat dan segar deh ya. Aamiin :)

Monday, April 13, 2015

Pocari Sweat Run Indonesia 2015

Minggu 29 Maret 2015 yang lalu saya mengikuti Pocari Sweat Run Indonesia 2015 untuk kategori 5K individual bersama #mamarunners #CantikPerkasa The Urban Mama. Campaign Pocari Sweat Run yang diusung kali ini adalah #saferunning; yaitu edukasi tentang cara berlari yang benar, memastikan kita merehidrasi dalam jumlah yang cukup, dan mengenali heat stroke dan pertolongan pertama untuk heat stroke.

Pocari Sweat Run Jakarta menyediakan bus pengantaran bebas biaya bagi para peserta lomba. Saya dan Zata berangkat dari Cilandak Town Square menuju lokasi lomba di ICE - BSD City. Bus berangkat pukul 4.15, perjalanan menuju BSD cukup lancar, sekitar satu jam kami sudah sampai di lokasi lomba. Kami sampai ketika adzan subuh berkumandang dari tenda mushala yang disediakan panitia lomba. Setelah menitipkan tas kami sempat berkeliling dan foto-foto. Fasilitas yang diberikan cukup rapi dan lengkap,  mulai dari toilet, mushala, tampat penitipan tas, tenda P3K, dan tenda-tenda sponsor juga photo booth.



Setelah berkumpul, kami berjalan menuju garis start, tak lupa berfoto-foto di start line bersama #mamarunners #CantikPerkasa. Melakukan senam pemanasan yang pimpin oleh instruktur dari #saferunning Pocari Sweat, dan lomba lari untuk kategori 10K dan 15 menit kemudian dilanjutkan dengan 5K dimulai. Oh ya, seperti biasa, di kilometer pertama ini saya melipir-melipir cantik. Tidak seperti saat Jakmar yang lalu, saat ini peserta lomba tidak terlalu banyak, jadi nafas tidak terlalu sesak. Saya melipir hanya untuk berjaga-jaga saja, agar tidak sesak nafas :) Saya berlari bersama Mia dan Zata, sesekali saya berlari duluan. Sepertinya kami berada dalam pace yang hampir sama. Masih bisa berlari sambil mengobrol dan foto-foto. Sudah tahu kan, kalau saya pecinta sinar matahari pagi? Senang sekali loh, berlari sambil menikmati sinar matahari pagi. Pemandangan saat lomba ini agak lain, biasanya pohon-pohon rindang di Cibubur dan sekitarnya, saat ini pemandangannya perumahan dan gedung perkantoran di BSD, tidak terlalu banyak pohon. Ada sih, tapi kecil-kecil :( Untungnya masih pagi, jadi tidak terlalu masalah, karena masih teduh.

 
Di KM 2, ada beberapa penabuh drum yang memberikan semangat, dan setiap 1.5KM selalu ada hydration point. Karena ini hanya 5K fun run, rasanya tidak ada drama dan injury. Sepanjang jalan saya mengobrol dengan Mia dan Zata. Finish juga bersama-sama, langsung  menuju tempat pembagian medali dan handuk finisher, juga refreshment area dan langsung menghabiskan 2 buah pisang (lapar ya, neng?). Oh ya, medali dan handuk finishernya bagus, deh.


Finish time 50 menit, artinya banyak jalan kaki yaa... memang bukan PB saya. Asli, ini fun run banget, seperti lari pagi biasa. Setelah itu, bedakan dan foto-foto bersama #mamarunners walaupun nggak full team, karena beberapa ada yang sudah pulang duluan takut terjebak macet.

 mamah eka pupuran dulu biar tampangnya ga ironis.. ahahahha...





Secara keseluruhan, saya puas dengan event ini. Tempatnya racenya memang cukup jauh ya, kalau dari Cibubur. Tapi pantia lomba cukup sigap dengan memberikan fasilitas bus antar jemput, meskipun drop pointnya kurang banyak (maksudnya pengennya ada drop point di Cibubur aja gitu hehehe...). Track larinya juga gersang, ya mungkin karena saya terbiasa lari di antara pepohonan rindang, jadi udaanya terasa agak berat, nggak sesegar kalau berlari di Cibubur. Sekali-kali bikin dong, event lari di Cibubur, di Buperta gitu, kan asyik, lebih dekat rumah dan udaranya jauh lebih segar.

 
Terima kasih, Pocari Sweat dan Run ID race management untuk eventnya yang rapi. Terima kasih juga Adidas Indonesia untuk support pakaian dan sepatunya yang nyaman.

Saturday, March 28, 2015

Donat Kampung


Enzo dan Dante suka sekali donat kampung buatan Mama Eyang ini. Inilah resepnya!

Bahan:
Tepung terigu 2 gelas bumbung
Telur ayam 1 butir
Fermipan 1 sdt
Gula 2 sdm
Garam 1sdt
Minyak untuk menggoreng
Gula halus untuk topping 

Cara Membuat:
Campur semua bahan
Uleni adonan sampai kalis
Bentuk adonan (bisa juga memakai cetakan donat)
Diamkan beberapa saat
Goreng donat, tiriskan
Taburi gula halus 

Lebih enak dimakan sambil mengobrol dan minum teh manis hangat. Selamat mencoba!

Wednesday, March 25, 2015

Kulit Sehat dan Segar

The Urban Mama's TUFShirt & TUF Running Belt

Sejak mulai kembali rutin berolahraga tahun 2011 lalu, lari membuat saya "sedikit" ketagihan, walaupun selalu ada masa-masa ketika untuk mulai berlari terasa berat. Tapi dengan support dari #mamarunners, lari menjadi kesenangan tersendiri, apalagi saat merayakan hari penting atau ketika race. Ada kebahagiaan tersendiri saat melewati garis finish. Biasanya saya hanya berlari 1-4K di sekitar rumah, atau sesekali lari  bersama teman-teman dari Cibubur Runners di Buperta Cibubur. Dulu, Enzo dan Dante selalu menemani saya, sekarang setelah mereka sibuk sekolah, saya biasa berlari sendiri.


Lari membuat tubuh saya lebih fit dan stamina lebih terjaga. Sebagai ibu saya harus selalu sehat karena ada suami dan anak-anak yang membutuhkan perhatian saya. Selama ini saya banyak minum air putih dan makan buah dan sayur agar tubuh tetap fit. Begitu juga dengan beristirahat, saya ikut tidur siang bersama anak-anak meski itu hanya 30 menit di awal untuk menemani anak-anak, kemudian melanjutkan mengerjakan pekerjaan domestik lain. Tapi kadang saya lupa tentang perawatan kulit wajah dan kulit kepala. Selama ini saya hanya cuci muka dan mandi dan keramas dengan sabun dan shampoo biasa. Belakangan saya perhatikan kulit saya agak kusam dan muncul bintik-bintik hitam seperti tahi lalat kecil-kecil di sekitar pipi dan mata. Jerawat juga sesekali muncul di daerah-daerah yang tertutup hijab, terutama bila saya sedang dalam siklus bulanan. Rambut saya yang panjang tentu harus selalu diikat ketika lari, dan itu mengakibatkan rambut semakin berminyak dan lepek. Padahal saya sudah pakai sun block dan topi/ visor saat berlari.


Dengan kondisi kulit wajah dan rambut seperti ini, rasanya saya perlu perawatan khusus. Tapi kemana ya? Sebenarnya waktu di Bandung dulu, saya sering melakukan perawatan di dr. Indrarini di Jl. Gajah No. 1. Karena tempatnya di rumah, saya merasa nyaman menjalani perawatan kulit di situ. Bila waktunya tidak pas, sesekali saya mengunjungi dr. Fattah di erha clinic di jl. Cimanuk atau dr. Savitri di Apotek Damai Jl. Buiah Batu. Saya juga rutin mengunjungi Shiseido di Trans Studio Mall (dulu Bandung Super Mall) untuk melakukan perawatan wajah. Hanya Shiseido dan tiga dokter itu saja yang saya percaya.


Setelah pindah ke Cibubur, saya mengunjungi dr. Julia Nizam dan dr. Dewi Inong di RS Permata Cibubur. Dulu saat masih ada Keputren Spa di dekat rumah, saya rajin membersihkan wajah di sana, tapi sejak Keputren Spa tutup setahun lalu, saya jadi tidak semangat lagi merawat kulit. Sesekali saya mengunjungi Ning's Spa di Mall Cibubur Junction, seharian dipijat, facial dan hair spa di sana. Tapi ya itu tadi, saya lebih suka suasana rumah, rasanya lebih nyaman. Belum lagi antrean yang cukup panjang untuk dokter-dokter kulit favorit, juga untuk perawatan yang memerlukan waktu lama dan juga waktu yang diperlukan untuk menunggu racikan obatnya. Waah..saya benar-benar harus menyiapkan waktu khusus untuk itu.



Kulit wajah dan rambut sih sebenarnya nggak rusak-rusak amat, tapi tetap harus dirawat kan ya. Saya juga selalu ingin produk yang ringan, tidak menimbulkan pengelupasan yang ekstrem dan tentu saja tidak menyebabkan rasa sakit dan ketergantungan. Ada teman saya yang cerita, kalau dia menjalani perawatan kulit wajah dengan penuh darah dan air mata. Biayanya pun berjuta-juta. Saya lihat kulit wajahnya jadi merah dan tampak tidak alami, secara ya, warna kulit tangan dan kakinya tidak matching dengan warna kulit wajahnya :D Dulu, kami pernah memiliki Baby Sitter untuk Enzo, pernah suatu malam saya memerlukan bantuannya dan saya masuk ke dalam kamarnya yang saat itu (karena sudah tidur) sudah gelap karena lampunya dimatikan. Betapa kagetnya saya, ketika dia bangun dan wajahnya begitu putih memancarkan cahaya, glow in the dark, saudara-saudara! Sejak saat itu saya selalu wanti-wanti sama setiap dokter kulit untuk tidak memberikan saya krim wajah yang menjadikan wajah saya terlalu putih tidak seperti warna kulit aslinya. Yang penting kulit saya sehat dan segar, tidak sakit. Tidak perlu putih atau merah, sesuai saja warnanya seperti warna kulit bahu saya, agak terang sedikit tidak apa-apa lah :) 

Road to Pocari Sweat Run Indonesia 2015

Cibubur Runners Tee

Tiga bulan terakhir ini, karena pagi hari sering hujan, saya jadi agak jarang lari pagi. Seringnya sih, maksain. Pagi hari begitu hujan reda, walaupun kesiangan saya langsung cuss lari pagi sendirian. Nah,  awal bulan ini, saya mulai semangat lari lagi karena Hari Minggu tanggal 29 Maret 2015 nanti saya akan mengikuti Pocari Sweat Run Race 2015 di ICE-BSD bersama #mamarunners #theurbanmama.  Memang sih, hanya ambil kategori hore-hore 5K, tapi kan tetap saja harus latihan minimal seminggu 2 kali. 

Capri Breeze The Urban Mama #TUFShirt

Enzo's Birthday Run tanggal 2 Maret itulah yang membuat saya semangat untuk berlari lagi. Lalu disusul dengan Wedding Anniversary Run tanggal 18 Maret, lalu race tanggal29 nanti, dan katanya sih, tanggal 4 April nanti akan ada lomba senam bersama ibu-ibu di Monas. Jadi, race dan celebration itu memang membuat semangat kita menyala lagi. Saking  semangatnya, kadang kalau lari saya langsung cuss aja gitu, gak pakai topi/ visor atau sun block.

Senam pagi bersama Ibu-ibu RW :)

Selain lari pagi, saya juga jadi semangat ikut senam di Balai RW bersama eyang-eyang dan ibu-ibu se-RW sini :). Senamnya seru, kalau becek, pakai kursi, nggak pakai mat. Oh ya, lagunya asyik sih, lagu-lagu nostalgia. Jadi bukan lagu senam dangdut koplo yang bikin pucing pala barbie itu. Setelah selesai senam, ada acara pijat-pijatan juga, ahahaha..seru banget deh ini. Intinya sih, olahraga biar badan sehat dan hati senang, dan tentu saja, #SafeRunning, no injury, less drama, tetap cantik dan bergincu :)


Pijat2an punggung selesai senam :)







Thursday, March 19, 2015

8th Wedding Anniversary

 Garmin Vivofit & Road Id


18 Maret 2015. Pagi yang cerah ceria :)

18 Maret 2007 - 18 Maret 2015, alhamdulillah sudah 8 tahun menikah dengan Pop. Sama seperti tahun lalu, hari ini saya merayakannya dengan lari-lari kece bersama Dante. Kenapa lari, sih? Karena ini salah satu cara saya bersyukur atas nikmatnya sinar matahari pagi dan oksigen yang melimpah, juga atas nikmat kesabaran dan kebersamaan kami sebagai satu keluarga. Ya, selain tergila-gila dengan Pop dan Enzo Dante, saya juga tergila-gila dengan sinar matahari pagi dan udara segar di pagi hari. Hahaha... please deh.


 Pakai #TUFshirt the urban mama.
Muka dan pose kita berdua pikasebeleun yaa..


Dante ngga sekolah hari ini, batuk-batuk dan beringus. Tapi ingin sekali ikut lari pagi dan berjanji akan jadi fotografernya Mama :D Jadi kita hanya muter-muter cantik, cantik, muter lagi muter lagi, cantik, cantik... #sepertiituh sampai 3.18 KM. 


Kenapa hanya 3KM? Ngga 18 KM aja seperti ibu-ibu hits lainnya?  Ya, saya sih memang hits, tapi 3KM aja lah  #maujadiapaah :D

Semoga seterusnya bisa runniversary bareng Pop dan atau anak-anak. Semoga kami selalu dikumpulkan dalam kebaikan dan keberkahan, dan semoga loooove melulu!Aamiin.